Eegyo SIMS
Aplikasi Sekolah Super Lengkap
Beranda Artikel Pengajian Umum Haflah Akhirissanah 2026 Yayasan Miftahul Huda Kalirejo: Meneladani Adab dan Tawaduk Syekh Abdul Qadir al-Jailani

Pengajian Umum Haflah Akhirissanah 2026 Yayasan Miftahul Huda Kalirejo: Meneladani Adab dan Tawaduk Syekh Abdul Qadir al-Jailani

Admin 22 Juni 2026 1 views
Cover Utama Pengajian Umum Haflah Akhirissanah 2026 Yayasan Miftahul Huda Kalirejo: Meneladani Adab dan Tawaduk Syekh Abdul Qadir al-Jailani
Foto Utama

Pengajian Umum Haflah Akhirissanah 2026 Yayasan Miftahul Huda Kalirejo: Meneladani Adab dan Tawaduk Syekh Abdul Qadir al-Jailani

Kalirejo, Juni 2026 – Yayasan Miftahul Huda Kalirejo, Kecamatan Sukorejo, menyelenggarakan Pengajian Umum Haflah Akhirissanah Tahun 2026 yang berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh jamaah, wali santri, tokoh masyarakat, serta para alumni. Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian Haflah Akhirissanah sekaligus momentum mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat nilai-nilai keilmuan dan akhlakul karimah.

Dalam tausiyahnya, penceramah mengajak seluruh hadirin untuk tidak hanya mengejar ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun adab, keikhlasan, dan kerendahan hati. Menurut beliau, ilmu yang tidak dibarengi adab akan kehilangan keberkahannya, sedangkan adab yang baik akan mengangkat derajat seseorang di sisi Allah SWT.

Salah satu kisah yang disampaikan adalah hikayat tentang Syekh Abdul Qadir al-Jailani bersama dua sahabatnya, Ibnu Saqa' dan Ibnu Abi 'Asrun, yang hendak menemui seorang wali besar yang telah mencapai maqam Al-Ghauts.

Penceramah menjelaskan bahwa inti dari kisah tersebut bukanlah sekadar karamah para wali, melainkan pentingnya meluruskan niat dalam menuntut ilmu. Orang yang datang kepada ulama dengan niat menguji dan merasa lebih pintar akan sulit memperoleh keberkahan. Sebaliknya, mereka yang datang dengan hati yang tawaduk, ingin mengambil ilmu, doa, dan keberkahan, akan memperoleh kemuliaan yang tidak disangka-sangka.

Kalau dihubungkan dengan kehidupan masyarakat di era modern, Ilmu tidak boleh menjadi sarana untuk menyombongkan diri, tetapi harus menjadi jalan untuk semakin dekat kepada Allah SWT dan memberikan manfaat kepada sesama. seseorang yang telah dikaruniai profesi dan keahlian tetapi tidak melaksanakan amanah tersebut dengan baik dapat terjerumus pada kufur nikmat, yaitu tidak mensyukuri nikmat Allah dengan cara memanfaatkannya sebagaimana mestinya

Kisah ini menjadi peringatan bahwa kesombongan terhadap ilmu dapat menghilangkan keberkahan dan membawa seseorang kepada akhir kehidupan yang buruk (su'ul khatimah).

Sebagai contoh:

  • Seorang guru yang memiliki ilmu, tetapi tidak mengajar dengan penuh tanggung jawab.
  • Seorang dokter yang memiliki kemampuan menyelamatkan nyawa, tetapi mengabaikan pasien demi kepentingan pribadi.
  • Seorang pemimpin yang diberi jabatan, tetapi tidak melayani masyarakat dengan adil.
  • Seorang dai atau ustaz yang memiliki ilmu agama, tetapi enggan mengamalkan dan menyampaikannya dengan ikhlas.
  • Seorang siswa atau sarjana yang memiliki ilmu, tetapi membiarkan ilmunya tidak memberi manfaat bagi umat.

"Jangan hanya bangga memiliki ilmu, tetapi banggalah ketika ilmu itu bermanfaat. Jangan hanya bangga memiliki profesi, tetapi jadikan profesi itu sebagai ladang ibadah. Sebab ilmu yang tidak diamalkan dan amanah yang disia-siakan merupakan bentuk kufur nikmat yang dapat menghilangkan keberkahan hidup. Kita tidak boleh memastikan seseorang akan mengalami su'ul khatimah, tetapi kita wajib menghindari sebab-sebab yang dapat mengantarkan kepada akhir kehidupan yang buruk."

Pengajian Umum Haflah Akhirissanah 2026 Yayasan Miftahul Huda Kalirejo berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Para jamaah tampak antusias menyimak setiap nasihat yang disampaikan. Di penghujung acara, seluruh hadirin bersama-sama memanjatkan doa agar para siswa-siswi yang telah menyelesaikan pendidikannya menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu mengamalkan ilmunya demi kemajuan agama, bangsa, dan masyarakat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp